Daftar ini isinya pertanyaan, bukan aturan. Sebagian sering kami pakai di sesi, sebagian lahir dari peserta yang nulisnya malah lebih panjang dari yang kami duga. Ambil satu, tulis sampai berhenti sendiri, tutup bukunya.
Cara pakai daftar ini
Godaan pertama waktu lihat daftar panjang adalah merasa harus dikerjakan semua. Jangan. Tiga puluh pemantik ini bukan kurikulum dan nggak ada urutan yang benar.
Pilih yang paling gampang, bukan yang paling dalam. Pertanyaan yang bikin kamu mikir lama biasanya bikin tangan berhenti. Yang gampang justru sering nyeret ke tempat yang nggak kamu rencanakan.
Satu pemantik cukup untuk satu kali duduk. Nggak usah dijawab lengkap. Berhenti di tengah kalimat juga sah.
Boleh dijawab beda tiap bulan. Pertanyaan yang sama di bulan Maret dan bulan September hampir selalu keluar jawaban lain, dan itu bagian yang paling menarik kalau kamu simpan jurnalnya.
Tulis pertanyaannya di atas jawabanmu. Ini kebiasaan kecil yang kepakainya belakangan. Waktu kamu buka lagi halaman itu enam bulan lagi, kamu tahu jawabannya menjawab apa, dan jurnalnya jadi lebih gampang dibaca ulang.
Tiga puluh pemantiknya kami bagi jadi tiga kelompok sesuai kondisi kepala waktu kamu duduk: hari yang ramai, hari yang pengin kenal diri sendiri, dan akhir minggu. Nggak usah dibaca urut. Lompat ke bagian yang paling mirip hari ini.
Kalau kamu belum pernah journaling sama sekali, mulai dari cara mulai journaling untuk pemula dulu, baru balik ke sini. Daftar ini lebih enak dipakai kalau lima menit pertamanya sudah nggak terasa berat.
Sepuluh pemantik untuk hari yang ramai di kepala
Buat hari waktu pikirannya banyak tapi nggak satu pun yang mau keluar rapi. Tujuannya bukan menyelesaikan masalah, cuma memindahkannya keluar dari kepala.
- Apa yang paling berisik di kepalamu sekarang, tulis apa adanya tanpa dirapikan.
- Dari semua yang bikin kepikiran hari ini, mana yang sebenarnya bukan urusanmu?
- Kalau kamu boleh menunda satu hal sampai minggu depan tanpa ada yang marah, kamu pilih apa?
- Bagian mana dari hari ini yang capeknya bukan karena kerjaannya, tapi karena mikirinnya?
- Apa yang kamu takutkan terjadi, dan seberapa besar kemungkinannya kalau ditulis jujur?
- Percakapan apa yang kamu ulang-ulang di kepala? Tulis versi yang nggak sempat kamu katakan.
- Kalau kepalamu ini kamar, apa yang paling perlu dipindah keluar duluan?
- Hal kecil apa yang hari ini berjalan baik, walaupun sisanya berantakan?
- Apa yang kamu butuhkan malam ini, dan siapa yang bisa kamu mintai itu?
- Tulis satu kalimat untuk dirimu yang besok pagi bangun dan lupa hari ini seberat apa.
Sepuluh yang di atas sengaja dibikin pendek jawabannya. Tujuannya menurunkan tekanan, bukan menyelesaikan apa pun malam itu juga. Kalau setelah nulis kepalamu masih ramai, itu bukan gagal, cuma tandanya perlu diulang besok.
Sepuluh pemantik untuk mengenali diri sendiri
Yang ini lebih pelan. Cocok buat waktu kamu nggak lagi kalut, cuma pengin duduk lama sama diri sendiri. Sebagian pertanyaan di bagian ini yang paling sering bikin peserta nulis sampai halaman kedua.
- Kegiatan apa yang bikin kamu lupa waktu, dan kapan terakhir kali kamu melakukannya?
- Pujian apa yang paling kamu ingat, dan kenapa yang itu yang nyangkut?
- Ada sifatmu yang dulu kamu benci tapi sekarang kamu syukuri? Tulis ceritanya.
- Kamu paling jadi diri sendiri waktu lagi sama siapa?
- Apa yang kamu lakukan cuma karena dulu diajarkan begitu, bukan karena kamu memilihnya?
- Kalau ada satu hal yang kamu ingin orang tahu tapi jarang kamu bilang, apa itu?
- Versi dirimu lima tahun lalu bakal kaget sama apa?
- Apa yang kamu tolak akhir-akhir ini, dan gimana rasanya setelah menolak?
- Tempat mana yang bikin kamu tenang, dan apa sebenarnya yang bikin tenang di situ?
- Tulis tiga hal yang kamu pegang teguh, lalu cek mana yang benar-benar masih kamu percaya.
Satu catatan buat kelompok ini: jangan dijawab waktu lagi capek banget. Pertanyaan soal diri sendiri gampang berubah jadi sidang kalau ditulis waktu tenaganya habis. Simpan buat pagi libur atau sore yang nggak diburu apa-apa.
Sepuluh pemantik untuk menutup minggu
Sepuluh yang terakhir ini enak dipakai rutin. Kalau kamu cuma mau ambil satu kebiasaan dari artikel ini, ambil yang ini: duduk sebentar tiap akhir minggu, jawab satu, selesai.
- Apa satu hal dari minggu ini yang pengin kamu ingat tahun depan?
- Minggu ini kamu paling banyak menghabiskan waktu untuk apa, dan kamu rela nggak?
- Siapa yang bikin minggumu lebih ringan, dan sudah kamu bilang belum?
- Apa yang kamu janjikan ke diri sendiri minggu lalu, dan apa kabarnya sekarang?
- Satu hal yang meleset minggu ini, dan apa yang kamu pelajari tanpa harus menyalahkan diri.
- Kapan minggu ini kamu merasa paling hidup?
- Apa yang boleh kamu tinggalkan di minggu ini dan nggak usah dibawa ke minggu depan?
- Satu hal kecil yang bisa bikin minggu depan lebih gampang, dan bisa kamu siapkan hari ini.
- Kalau minggu ini punya judul, judulnya apa?
- Tulis terima kasih ke satu orang, satu tempat, dan satu hal yang bukan manusia.
Kalau mau dijadikan kebiasaan, pilih satu pertanyaan saja dan pakai yang sama tiap minggu selama sebulan. Jawaban yang berubah dari minggu ke minggu untuk pertanyaan yang sama itu jauh lebih kelihatan daripada empat pertanyaan berbeda.
Kalau semua pemantik terasa nggak nyambung
Ini kejadian, dan bukan tanda kamu salah. Pemantik itu alat, dan alat nggak selalu pas sama tangan yang megang.
Coba bongkar pertanyaannya. Kalau “apa yang bikin kamu tenang” terasa terlalu besar, ganti jadi “kapan terakhir kamu tenang”. Pertanyaan berwaktu lebih gampang dijawab daripada pertanyaan bersifat umum.
Tulis kenapa nggak nyambungnya. “Pertanyaan nomor tiga bikin aku kesel karena” lalu lanjutkan. Perlawanan itu sendiri biasanya bahan tulisan yang bagus.
Ganti bentuk, jangan ganti niat. Nggak harus paragraf. Daftar boleh, coretan boleh, tempel struk hari itu juga boleh. Di sesi kami, meja deco justru yang paling ramai, dan halaman yang isinya cuma tempelan tetap terhitung halaman jurnal.
Pemantik yang bagus itu bukan yang paling dalam, tapi yang bikin tanganmu bergerak.
Kalau lebih enak dipandu
Sebagian orang jalan sendiri dengan daftar begini. Sebagian lagi butuh ruangan yang sudah disiapkan orang lain, dengan tema yang sudah dipilih dan pemantik yang keluar satu per satu, bukan tiga puluh sekaligus.
Itu yang kami kerjakan di The Journaling Room. Alatnya sudah di meja, temanya sudah disiapkan, dan kamu boleh diam sepanjang sesi kalau memang lagi nggak pengin ngobrol.
Kalau mau coba, lihat sesi journaling terdekat dan datang bawa diri sendiri saja.
