Tentang

Ruang ini kami bikin karena kami sendiri butuh

The Journaling Room dimulai dari dua orang yang sama sama pakai journaling untuk hal yang berbeda. Lalu sadar, menulis sendirian di kamar dan menulis bareng orang lain di satu meja itu rasanya tidak sama.

Dua orang, dua alasan

Dhanty bilang kepalanya sering penuh. Journaling jadi cara mengosongkannya, satu halaman setiap kali isinya sudah terlalu ramai.

Caca bilang journaling itu ritual kecil. Bukan untuk menyelesaikan apa apa, tapi untuk melewati naik turun sambil pelan pelan makin kenal diri sendiri.

Dua alasan itu yang jadi dasar semua sesi kami. Kami tidak mengajari cara menulis yang benar, karena menurut kami memang tidak ada yang benar. Kami cuma menyiapkan meja, kertas, dan orang orang yang tidak akan menghakimi.

Satu sesi berjalan seperti apa

Tiap sesi punya tema, dan tiap tema disiapkan supaya siapa pun bisa mulai walau belum pernah journaling sekali pun. Biasanya tiga jam, dibagi jadi tiga bagian.

Duduk dan tenang dulu. Ambil minum, lihat lihat isi kit, kenalan seperlunya. Tidak ada perkenalan wajib satu per satu.

Menulis dengan panduan. Kami bacakan pemantik sesuai tema hari itu. Kamu boleh ikut semuanya, boleh cuma satu, boleh berhenti di tengah.

Hias dan tutup. Deco station dibuka, washi tape dan stiker bebas dipakai. Yang mau berbagi bacaan silakan, yang tidak juga aman.

Yang tidak akan terjadi di sini

  • Tidak ada tulisan yang dinilai
  • Tidak ada yang harus dibaca keras keras
  • Tidak ada perkenalan wajib
  • Tidak ada yang menagih kamu ngobrol

Kamu boleh datang sendiri, diam sepanjang sesi, nulis dua baris lalu berhenti. Itu tetap sesi yang berhasil.

Kami pindah pindah, dan itu disengaja

TJR tidak punya ruang tetap. Tiap sesi kami pinjam tempat orang lain, dari kafe kecil sampai lobi hotel, di Yogyakarta dan sekitarnya. Ruangnya ganti, isinya tetap sama.

Sejauh ini sesi kami sudah jalan di Yogyakarta, Magelang, dan Jakarta.

Kutipan penutup

“Some pages are meant to be written alone. Some feel better when shared in kind company.”

CTA penutup

Judul: Sesi berikutnya sudah ada tanggalnya Tombol 1: Lihat jadwal Tombol 2: Tanya lewat WhatsApp